Sembuh Dari Penyakit Sipilis - Toko Obat De Nature Indonesia

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS

Sembuh Dari Penyakit Sipilis

Sembuh Dari Penyakit Sipilis

Di era globalisasi yang semakin berkembang kerap kali sering kita mendengar penyakit kelamin. Akibat hubungan seksual yang semakin hari kian semakin melonjak banyak sekali orang tertular penyakit PMS dari bakteri treponema palladium. Penyakit menular seksual merupakan penyakit yang umum terjadi di seluruh dunia. Kurang lebih terdapat 20 jenis penyakit menular seksual, diantaranya yang banyak terdapat pada kasus; SYPHILIS, CHLAMYDIA, GONORHEA, GENITAL HERPES, HPV (Human Papiloma Virus), HIV(Human Immunnodeficiency Virus) and TRICHOMONIASIS.

Sipilis adalah penyakit seksual yang di sebabkan oleh bacteri Treponema Palladium, Dan apabila seseorang yang sudah menunjukan gejala sipilis, wajib segera untuk melakukan pengobatan agar cepat bisa teratasi.

Gejala gejala sipilis

Gejala sipilis awal

Munculnya luka yang tidak sakit dan sembuh dengan sendirinya

Gejala sipilis tahap 2

Demam, sakit kepala Nyeri sendi, kehilangan nafsu makan,muncul ruam( Kecil, benjolan bersisik merah pada penis,Vagina atau mulut, Terutama pada tangan dan kaki), Sakit tenggorokan,kelelahan serta kalenjer lifa membengkak( Pada ketiak , pangkal paha, dan leher)

Gejala sipilis tahap 3

Kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat menurun, mengalami kelumpuhan,dan terjadi pada masalah keseimbangan tubuh

Mungkin ada beberapa gejala di atas yang tidak tercantum. untuk lebih pasti anda bisa konsultasi kepada dokter kelamin

Berikut kisah pasien yang sembuh dari penyakit sipilis

Anisa; 085257612xxx

Namaku Anisa (nama samaran), atau sering dipanggil Nisa. Lahir 25 Mei 1985 di desa kotamobagu. Yaitu sebuah kecamatan kecil di Kabupaten kotamobagu, Sulawesi Utara. Aku anak nomor 3 dari 5 bersaudara, anak dari seorang petani biasa. Pendidikanku hanya sampai tamat SD saja.

Ketika dewasa aku mengadu nasib di jakarta dengan bekerja sebagai buruh pabrik. Di sana aku berkenalan lalu berpacaran dengan seorang pemuda. Tahun 2010 kami sepakat untuk menikah. Aku berhenti bekerja kemudian membantu usaha milik keluarga suami. Salah satunya usaha kami adalah berdagang di daerah itu, termasuk untuk menyediakan makanan untuk pekerja pabrik. Kehidupan ekonomi keluarga kami cukup baik pada waktu itu.

Sekitar tahun 2013 suamiku jatuh sakit. Ketika ia berobat ke salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta, dia dinyatakan positif terjangkit virus treponema palladium. Aku yang mendengar kabar tersebut merasa shock. Kala itu aku sedang hamil 7 bulan. Aku merasa kawatir dan takut jika aku juga telah tertular virus itu juga. Sebenarnya yang paling aku cemaskan adalah bayi dalam kandunganku.

Sebagai informasi, seseorang yang dinyatakan terkena sipilis bisa saja mempunyai kehidupan dan kesehatan yang normal sejak ia terinfeksi sampai 10 tahun kemudian. Biasanya baru diketahui jika seseorang melakukan tes darah. Seperti apa yang dialami oleh suami Anisa. Tanda-tandanya bisa seperti daya tahan tubuh yang buruk, diare yang tidak berhenti atau batuk yang berkepanjangan.

Segera aku melakukan tes VCT (Voluntary Counseling and Testing) per 3 bulan di RSUD di jakarta. Dua kali aku tes selalu hasilnya negatif. Namun aku sebenarnya masih juga ragu dengan hasil tes tersebut. Karena aku mendapat informasi bisa saja aku sedang memasuki “masa jendela”. Masa dimana seseorang sudah tertular virus sipilis namun belum bisa terdeteksi. Sehingga ketika anakku lahir pun aku tidak berani untuk menyusuinya. Namun pihak keluarga selalu mendesak agar aku memberi ASI pada bayiku, karena 2 kali tes hasilnya selalu negatif. Bayiku itu akhirnya aku susui juga walau dengan berat hati.

Dalam perkembangannya bayiku sering sakit-sakitan. Aku mulai cemas, sehingga aku kembali melakukan tes di sebuah rumah sakit di Bandung. Hasilnya ternyata positif. Seketika dunia menjadi begitu gelap. Aku seperti tiba-tiba dihantam beban yang sangat berat. Tubuhku menjadi lemah dan lumpuh tak berdaya begitu mendapat vonis bahwa aku terjangkit virus bakteri treponema palladium. Malaikat kematian seolah-olah sudah berdiri hadapanku, siap untuk mencabut nyawa. Itu adalah kenyataan pahit yang harus aku terima. Ini bukan penyakit biasa. Semua orang pasti punya gambaran yang mengerikan tentang penyakit ini. Ada rasa marah dan geram kepada orang yang telah menularkan virus itu kepadaku, yaitu suamiku.

Aku segera membawa bayiku ke sebuah laboratorium di jakarta agar segera dilakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction). Hasil menunjukan bahwa Ia ternyata sudah terjangkit virus treponema palladium. Itulah mengapa dia sering sakit, diarenya juga tidak putus. Aku sangat merasa bersalah, mengapa dulu aku menyusuinya. Tubuh mungilnya tidak mampu menahan ganasnya virus tersebut. Ketika usianya mencapai 6 bulan Tuhan memanggilnya. Sebagai seorang ibu hatiku sungguh hancur saat itu. Sampai sekarang kadang rasa bersalah itu muncul. Andai dulu aku tidak memberinya ASI, mungkin ceritanya akan berbeda. Aku merasa sangat kehilangan.

Minimnya pengetahuan akan penyakit sipilis mendapat stigma negatif. Apalagi bila yang terkena sipilis itu adalah perempuan. Orang hanya tahu bahwa perempuan nakal saja yang bisa terkena sipilis.

Kehidupan rumah-tanggaku juga mulai berantakan. Suamiku juga suka bersikap temperamental, mungkin itu karena pengaruh narkoba atau dia sudah frustasi dengan nasibnya. Tidak jarang ia memukul dan menendangku. Aku masih ingat bagaimana suatu ketika ia menganiaya aku. Lalu menyeretku ke jalan dan hendak mengikatku ke tiang listrik hanya karena kesalahpahaman semata. Aku mengalami trauma baik fisik maupun psikis. Akibat yang masih aku rasakan hingga sekarang. Pernah suatu waktu ia menunjangku hingga aku tidak bisa berjalan selama seminggu. Dokter mengatakan ada syarafku yang terjepit. Makanya sampai sekarang aku tidak bisa bekerja dan angkat beban yang berat-berat.

Hidupku bagai dalam neraka saja. Janji suci perkawinan untuk hidup dalam susah dan senang, untung dan malang itu hilang dengan sendirinya. Suamiku sendiri pada akhirnya harus menyerah pada keganasan virus treponema palladium itu. Ketidakteraturan dalam minum obat antibiotik membuat daya tahan tubuhnya terus memburuk. Akhirnya pada tahun 2015, suamiku meninggal dunia.

Selang setelah pemakaman suamiku beberapa kerabat di kampungku mengunjungiku dan menyarankannya untuk mengalihkan pengobatan alternatif dengan memanfaatkan kekayaan alam yang sudah tersedia dalam kemasan produk yang bernama herbal gangjie dan ghosiah.

Saat mendapatkan herbal gangjie dan ghosiah dari toko denature.com, menurut Anisa, dirinya tidak begitu yakin akan penyembuhan penyakit menular sipilis yang telah dideritanya sejak beberapa tahun silam.

Namun, kuasa Tuhan begitu nyata dan nampak melalui herbal gangjie dan ghosiah racikan”” CV. Denature Indonesia”‘, ketika ia meminum rutin setiap hari, kesehatan di tubuhnya mulai ada perubahan.

Bahkan, dengan mengkonsumsi herbal gangjie dan ghosiah secara rutin setiap hari telah memberikan semangat hidup baru bagi dirinya karena mulai ada perubahan kesehatan ketika rutin mengkonsumsi gangjie dan ghosiah

“Dalam kurun waktu dua minggu sejak mengkonsumsi  herbal gangjie dan ghosiah, saya merasakan ada kemajuan kesehatan tubuhnya sehingga saya begitu yakin gangjie dan ghosiah sangat cocok menyembuhkan berbagai penyakit kelamin,” kata anisa.

Impian Anisa untuk sembuh dan sehat dari penyakit menular sipilis nampak menjadi nyata setelah beberapa waktu lalu memeriksakan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit di di jakarta ia dinyatakan sembuh.

Waktu pemeriksaan kesehatan kembali di rumah sakit dan Puskesmas, menurut Anisa, dokter setempat tidak lagi menemukan virus bakteri treponema palladium di tubuhnya sehingga ia merasa sembuh dari penyakit mematikan ini.

“Kuasa Tuhan memberikan obat penyakit sipilis melalui herbal gangjie dan ghosiah, ya saat ini saya pribadi merasa tidak lagi mengidap virus menular sehingga saya bebas bisa memberikan kesaksian atas khasiat herbal gangjie dan ghosiah,” ujar anisa waktu pers

Kisah nyata pasien sembuh dari penyakit gonorhea

Andre – 081556249xxx

Saya karyawan di sebuah kantor swasta di Jakarta. Saya belum menikah, dan saya suka sekali bergonta-ganti pasangan yang mau saya ajak pacaran. Kehidupan saya beberapa tahun silam, memang jauh dari agama. Tapi saya menghindari minum minuman keras dan narkoba. Hanya masalah hubungan bebas dengan teman kencan saya, yang masih sulit saya jauhi. Dan saya sering sekali tidak menggunakan karet pengaman ketika melakukannya.

Bencana besar itu pun terjadi ketika saya menemukan bintik-bintik merah seperti bentolan getah bening di sekitar kelamin saya. Saya ketakutan dan akhirnya saya mencoba memeriksakan diri ke dokter. Positif, kata dokter saya terkena PMS, yakni Gonorrhea (GO). Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah, saya kemungkinan besar juga terpapar HIV/AIDS. Itulah sebabnya saya diminta untuk memeriksakan darah saya ke laboratorium. Saya ragu, tapi untuk memastikan, akhirnya saya setuju dengan saran dokter tersebut.

Sambil menunggu hasil pemeriksaan darah saya dari laboratorium, saya coba mencari tahu tentang apa itu HIV/AIDS dan bagaimana menanggulanginya. Karena dokter saya bilang, mungkin GO saya bisa disembuhkan secara tuntas, tapi jika positif HIV, maka itu adalah penyakit seumur hidup. Katanya demikian menurut ilmu pengetahuan kedokteran yang umum dikenal.

Rasa penasaran bercampur ketakutan saya, membuat saya coba cari tahu apakah ada peluang saya bisa disembuhkan. Setelah saya googling di internet, saya menemukan kontak toko denature .com, dimana dalam liputan blogs itu dikatakan bahwa HIV/AIDS bisa disembuhkan secara total. timbul sedikit harapan saya di tengah ketakutan saya yang tak terkendali pada saat itu.

Saya mencoba menghubungi no yang tertera dengan penuh tanya dan keingintahuan, apakah saya bisa disembuhkan.

Singkat cerita, saya pun mendapatkan penjelasan yang panjang lebar dari customernya sehingga saya merasa yakin bahwa saya masih ada harapan sembuh total. Harganya yang sangat relatif murah buat saya, sekitar Rp295rribu per paket tapi itu jauh lebih murah daripada akibat penyakit yang akan seumur hidup ini, saya memutuskan untuk membeli 1 paket gangjie dan ghosiah dan dikirimkan ke rumah saya.

Awalnya saya mau datang  ke kantornya, tapi akhirnya saya minta dikirimkan paket saja, ini jauh lebih nyaman buat saya toch juga agar orang sekitar juga tidak tahu penyakit saya.

Terapi berlanjut hingga ke pemesanan paket kedua, tapi setelah merasakan dua dua paket gangjie dan ghosiah, khasiatnya sudah tampak. Penyakit GO, saya hilang tuntas, meskipun saya minum secara bersamaan obat-obatan dari dokter spesialis, tapi custemer denature juga meminta saya memberikan jeda waktu 2 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi obat medis dari dokter itu.

Setelah lewat dari 3 bulan saya merasa sehat dan saya sudah tidak peduli lagi dengan hasil tes laboratorium. Bagi saya, ketika tubuh saya tidak merasakan gejala sakit yang aneh-aneh, artinya saya sudah sehat. Walaupun dokter sempat menasihati, bukan berarti saya sembuh total. Tapi gejala penyakit kelamin sudah tak ada lagi, saya sudah merasa tenang. Terima kasih buat yang menolong saya terutama obat herbal dari denature, dan customer yang tetap terus menghubungi saya dan memberikan nasihat agar saya rajin menjalan pola kehidupan yang sehat serta rajin beribadah. Saya merasa jadi manusia kembali.

Untuk itu segera pesan obatnya agar penyakit tersebut secepatnya bisa sembuh tanpa harus menularkan kepada anak juga istri yang setia. hubung kami jika anda membutuhkan produ herbal denature; 081334042700

CV. De Nature Indonesia
Jl. Pahonjean km. 5 Majenang - Cilacap Jawa Tengah
Info dan Pemesanan Obat SMS/WhatsApp 081334042700 24 Jam Fast Respon
Sembuh Dari Penyakit Sipilis
Artikel "Sembuh Dari Penyakit Sipilis" ditulis oleh admin update terakhir pada 30th April 2018 Categories: Uncategorized Tags: , permalinks http://tokodenature.com/sembuh-dari-penyakit-sipilis.html di Toko Obat De Nature Indonesia

Related Posts:

Leave your comment here:

Kontak De Nature

gambar Konsultasi layanan denature

Salam sehat

Home Sitemap About Me Privacy Policy TOS


2014 - Toko Obat De Nature Indonesia